Dalam perusahaan, HR audit seringkali diabaikan. Padahal perannya sangat penting dalam menjaga kesehatan internal perusahaan. Tanpa evaluasi rutin, kebijakan dan sistem SDM bisa jadi tidak relevan atau bahkan melanggar aturan ketenagakerjaan.

Untuk memahami lebih lanjut tentang pentingnya HR audit dan bagaimana cara melakukannya dengan tepat, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

 

Apa Itu HR Audit?

HR audit adalah proses untuk mengevaluasi kinerja departemen Human Resource, dan mengkaji berbagai aspek tugas HR di sebuah perusahaan. 

Apa saja yang dikaji kembali?

Kebijakan, proses, prosedur, dokumentasi, dan sistem HR.

Audit adalah kesempatan untuk mengidentifikasi hal apa saja yang selama ini berhasil diterapkan dan mana yang tidak.

Tentu tinjauan ini merupakan langkah penting dalam hal meningkatkan operations dan performance. Biasanya, HR professional yang akan melakukan review. Namun, perusahaan juga dapat memilih untuk hire pihak eksternal untuk melakukan evaluasi HR.

Mempertimbangkan faktor waktu dan tenaga yang diperlukan untuk berinvestasi full-scale assessment, disarankan untuk melakukan review setahun sekali.

Melakukan review  setiap tahun seharusnya cukup bagi perusahaan untuk mendapatkan semua data terkait HR yang dibutuhkannya. Saat Anda membuat assessment, perusahaan dapat memilih untuk fokus pada area berikut:

  • Recruitment
  • Onboarding
  • Management
  • Training and Development
  • Employee Relations
  • Performance
  • Strategic Planning
  • Documentation
  • Best Practices
  • Compliance with Laws and Regulations

 

Tanda-Tanda Perusahaan Anda Membutuhkan HR Audit

HR audit bukan hanya untuk perusahaan besar. Bahkan startup dan perusahaan menengah pun bisa mendapatkan manfaat besar. Berikut beberapa sinyal yang menunjukkan bahwa perusahaan Anda sudah waktunya melakukan HR audit:

  1. Turnover karyawan tinggi dalam waktu singkat, terutama di posisi penting.
  2. Proses rekrutmen terasa lambat, dan posisi terbuka terlalu lama.
  3. Dokumentasi HR berantakan, tidak ada SOP tertulis untuk proses onboarding, training, atau evaluasi karyawan.
  4. HR masih dikelola secara manual menggunakan Excel, tanpa sistem otomatisasi.
  5. Karyawan sering mengeluh tentang ketidakjelasan aturan kerja, tunjangan, atau cuti.
  6. Belum ada pembaruan kebijakan HR dalam 2 tahun terakhir.
  7. Belum melakukan pelatihan compliance atau pelatihan anti-pelecehan kerja.

Jika dua atau lebih dari tanda-tanda ini muncul, itu artinya HR audit perlu dilakukan dalam waktu dekat.

 

Jenis-jenis HR Audit

HR audit bisa dilakukan secara menyeluruh atau difokuskan pada area tertentu, tergantung pada waktu, anggaran, dan sumber daya yang tersedia. Berikut beberapa jenis audit yang umum digunakan:

1. Comparative Approach (Internal)

Metode ini membandingkan kinerja dua departemen HR dalam perusahaan atau antar perusahaan serupa. Cocok untuk organisasi yang baru memulai audit dan ingin mengadopsi strategi HR yang sudah terbukti efektif di tempat lain.

2. Expert Approach (Eksternal)

HR Audit dilakukan oleh pihak luar, seperti konsultan atau firma HR independen. Pendekatan ini membantu jika tim internal kekurangan waktu atau keahlian. Konsultan bisa memberikan pandangan objektif dan solusi strategis.

3. Statistical Approach

Audit ini berbasis data internal, seperti tingkat absensi, turnover, waktu rekrutmen, atau hasil survei karyawan. Cocok untuk perusahaan yang ingin menilai efisiensi dan tren performa HR secara kuantitatif.

4. Management by Objectives (MBO)

Fokus pada pencapaian target atau OKR (Objectives & Key Results) HR. Audit ini mengukur sejauh mana departemen HR telah memenuhi tujuan strategis yang telah ditetapkan sebelumnya.

Temukan artikel menarik seputar People Management Abhitech!

 

Audit Internal vs Audit Eksternal: Mana yang Tepat?

Salah satu keputusan penting dalam melakukan HR audit adalah menentukan siapa yang akan melakukannya: tim internal perusahaan sendiri atau pihak eksternal.

Audit Internal

Audit yang dilakukan oleh tim HR atau tim audit internal perusahaan. Keuntungannya adalah lebih hemat biaya karena tidak perlu menyewa pihak luar. Audit internal juga memungkinkan tim melihat langsung proses yang mereka jalani sehari-hari.

Namun, audit internal berisiko kurang objektif karena adanya bias terhadap kebijakan atau sistem yang dibuat sendiri.

Selain itu, tim HR yang sudah sibuk dengan pekerjaan operasional sering kali tidak punya cukup waktu atau sumber daya untuk melakukan audit secara menyeluruh.

Audit Eksternal

Audit eksternal dilakukan oleh konsultan independen atau perusahaan pihak ketiga yang memiliki keahlian di bidang audit SDM.

Audit jenis ini biasanya memberikan sudut pandang yang lebih netral dan profesional, serta mampu membandingkan praktik HR perusahaan Anda dengan standar industri atau benchmark terbaik.

Meski membutuhkan anggaran tambahan, audit eksternal sangat direkomendasikan jika:

  • Perusahaan sedang bersiap ekspansi atau restrukturisasi
  • Ada risiko pelanggaran hukum ketenagakerjaan
  • Ingin memastikan sistem HR sesuai dengan praktik terbaik terbaru

Pilihan antara audit internal dan eksternal bergantung pada tujuan audit, skala organisasi, dan sumber daya yang tersedia.

Dalam beberapa kasus, kombinasi keduanya bisa menjadi solusi terbaik: audit internal dilakukan secara rutin, dan audit eksternal dilakukan secara berkala untuk validasi objektif.

 

Apa Manfaat dari HR Audit?

HR audit memberi banyak manfaat meskipun sifatnya tidak wajib. Beberapa manfaat utama HR audit antara lain:

  1. Meningkatkan kebijakan dan proses SDM: Audit membantu mengevaluasi dan menyempurnakan praktik yang berdampak langsung pada pengalaman dan produktivitas karyawan.
  2. Menjamin kepatuhan hukum: Audit meminimalkan risiko pelanggaran undang-undang ketenagakerjaan yang terus berubah, serta menghindari potensi tuntutan hukum.
  3. Memaksimalkan penggunaan data HR: Data HR dapat dianalisis untuk menghasilkan insight strategis, yang berguna dalam pengambilan keputusan dan perencanaan tenaga kerja.
  4. Menilai keadilan kompensasi: Audit memungkinkan evaluasi sistem gaji dan tunjangan, sehingga perusahaan dapat menjaga daya saing dan mencegah ketimpangan internal.
  5. Mengidentifikasi inefisiensi sistem: Audit membantu menemukan proses yang tidak efektif, tumpang tindih, atau rawan kesalahan, yang dapat diperbaiki demi efisiensi operasional.

 

Contoh Masalah yang Bisa Ditemukan Lewat HR Audit

HR audit bukan hanya tentang kepatuhan hukum, tetapi juga tentang menemukan hal-hal yang tidak berjalan sebagaimana mestinya. Berikut beberapa contoh nyata masalah yang sering terungkap selama proses HR audit:

  1. Turnover Tinggi: Audit menemukan bahwa karyawan meninggalkan perusahaan karena onboarding yang buruk atau tidak adanya program pelatihan lanjutan.
  2. Ketimpangan Kompensasi: Tidak adanya struktur gaji yang jelas membuat ada selisih penghasilan untuk posisi dengan tanggung jawab serupa.
  3. Kelebihan Beban Administrasi: Sistem HR manual menyebabkan banyak pekerjaan administratif memakan waktu dan rentan kesalahan.
  4. Tidak Patuh Regulasi Terbaru: Perusahaan ternyata belum menyesuaikan kontrak kerja dengan perubahan Undang-Undang Cipta Kerja.
  5. Karyawan Tidak Puas: Survei internal menunjukkan bahwa karyawan merasa tidak didengarkan, dan audit menemukan tidak adanya proses formal untuk mengelola keluhan atau feedback.

 

7 Langkah HR Audit yang Efektif

Ingin tahu bagaimana melakukan HR audit? Berikut checklist yang dapat membantu Anda:

Langkah 1: Tentukan apa yang ingin diaudit.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada banyak jenis audit SDM yang dapat difokuskan. Namun, untuk tujuan ini, perusahaan perlu menentukan dengan jelas tujuan audit untuk perusahaan. Jangan melakukan semuanya sekaligus. Tetapkan timeline untuk penyelesaian.

Langkah 2: Dapatkan dukungan dari manajemen.

Satu-satunya cara untuk membuat perubahan yang berdampak positif bagi perusahaan adalah memastikan bahwa Anda melibatkan tim manajemen eksekutif. Anda akan membutuhkan dukungan mereka, terutama jika meminta untuk menyewa pihak ketiga untuk melakukan audit.

Langkah 3: Tentukan siapa yang akan melakukan audit.

Apakah Anda akan mencoba melakukan audit sendiri, atau akankah Anda mempekerjakan pihak di luar organisasi? Putuskan siapa yang bertanggung jawab untuk masing-masing tugas. Tetapkan ekspektasi untuk evaluasi Anda sejak awal.

Langkah 4: Kumpulkan datanya.

Awalnya, perusahaan akan perlu mengumpulkan semua data relevan yang berkaitan dengan apa yang diaudit. Misalnya, perusahaan dapat menggunakan data dari ATS jika akan mengaudit proses rekrutmen. Pastikan Andamemiliki izin untuk menggunakan data.

Langkah 5: Tinjau temuan Anda.

Luangkan waktu untuk mengatur dan menganalisis informasi yang telah ditemukan. Cobalah untuk mengidentifikasi potensi masalah dan peluang untuk perbaikan. Misalnya, Anda dapat mencegah kecelakaan di masa depan dengan meningkatkan seberapa sering perusahaan memesan APD untuk pekerja.

Langkah 6: Rencanakan dan terapkan improvements.

Pertama, prioritaskan area yang paling bermasalah, misalnya, area yang dapat membawa perusahaan ke dalam masalah hukum yang paling parah. Kemudian lanjutkan daftar prioritas perusahaan untuk memperbaiki proses dan kebijakan yang lemah dan perlu perbaikan.

Tingkatkan Kinerja HR dengan Manajemen Data yang Efisien dan Bersertifikat

Langkah 7: Sikap transparan tentang perubahan.

Karyawan akan tertarik untuk mengetahui tentang perubahan dan peningkatan yang Anda lakukan pada proses HR. Temukan cara untuk mengkomunikasikan perubahan ini kepada mereka dan minta manajer untuk memperbarui karyawan.

 

Lakukan HR Audit Secara Efektif di 2025

Sebelum melakukan HR audit, penting untuk mengevaluasi program-program HR yang telah dijalankan sepanjang 2024. Ini membantu agar audit lebih terarah dan berdampak nyata.

HR sering dianggap sebagai cost center, padahal jika dikelola dengan tepat, HR bisa menjadi profit center.

Banyak perusahaan ragu mengalokasikan anggaran untuk pelatihan, layanan outsource, atau program HR lainnya karena dianggap membebani biaya.

Faktanya, efisiensi tanpa pembenahan akar masalah hanya menunda kerugian. Seperti mengganti plafon tanpa memperbaiki kebocoran.

Ingin tahu dampak nyata program HR Anda? Jawab 4 pertanyaan sederhana berikut:

  1. Target efisiensi biaya HR Anda (%)
  2. Target peningkatan produktivitas karyawan (%)
  3. Total anggaran program HR setahun
  4. Total biaya gaji karyawan setahun

Lalu gunakan Free ROI Calculator kami untuk menghitung efektivitas investasi HR Anda di 2025!

 

Optimalkan HR dengan Layanan People Management Abhitech

HR audit membantu memastikan proses dan sistem selaras dengan tujuan bisnis. Tanpa eksekusi yang tepat, hasil audit bisa menyesatkan dan berdampak pada keputusan manajemen.

Dengan layanan People Management dari Abhitech, HR internal Anda bisa fokus ke hal strategis. Urusan administratif dan operasional kami tangani secara efisien dan akurat.

Ingin tahu bagaimana kami bisa bantu perusahaan Anda? Hubungi kami untuk informasi lebih lanjut, dan baca insight lainnya di Blog Abhitech.