Ketahui Aturan dan Hak Cuti Berkabung Karyawan

Ketika kehilangan orang terdekat, karyawan mungkin harus mengajukan cuti berkabung atau cuti kedukaan.

Kehilangan keluarga atau orang terkasih adalah waktu yang sulit, mulai dari mengalami tekanan emosional hingga mengatur pemakaman. 

Di artikel ini, kita akan membahas apa itu cuti berkabung, dan bagaimana mengatur kebijakan untuk itu. 

 

Apa itu Cuti Berkabung?

Cuti berkabung (juga dikenal sebagai cuti kedukaan) adalah cuti yang diambil oleh seorang karyawan saat atau setelah kematian kerabat atau keluarga. 

Pada dasarnya, UU Ketenagakerjaan tidak menyebutkan secara eksplisit mengenai hak cuti bagi karyawan karena orang tua atau anggota keluarganya meninggal dunia.

Namun, karyawan dapat tidak masuk kerja atau tidak melakukan pekerjaan apabila anggota keluarga meninggal dunia dan perusahaan tetap wajib membayarnya upahnya.

Perlu dicatat, tidak semua kedukaan dapat mengambil cuti,

 

Kapan Cuti Berkabung Dapat Digunakan?

Cuti berduka dapat digunakan jika salah satu pada daftar ini meninggal dunia:

  • suami
  • istri
  • anak
  • menantu
  • orang tua
  • anggota keluarga dalam satu rumah

 

Jumlah Cuti Berkabung

Berdasarkan jumlahnya, cuti kedukaan dibagi menjadi dua kelompok yaitu:

  • 2 hari untuk meninggalnya suami, istri, orangtua, mertua, dan anak
  • 1 hari untuk meninggalnya anggota keluarga dalam satu rumah

 

Tambahan Jumlah Cuti Berkabung

Beberapa karyawan mungkin meminta tambahan hari cuti untuk berduka. 

Di beberapa kasus, karyawan mungkin bepergian ke kota lain untuk pemakaman, atau memiliki upacara keagamaan yang panjang untuk dihadiri, atau memiliki tanggung jawab pengaturan pemakaman yang harus ditangani. 

Perusahaan dapat merekomendasikan karyawan untuk mengambil cuti lain, dibayar atau tidak dibayar, untuk memperpanjang waktu berduka mereka dan membereskan dokumen.

 

Apakah Cuti Berkabung Dibayar?

Perusahaan wajib membayar penuh upah karyawan selama cuti berduka. 

Jika perusahaan melanggar, ada sanksi yang akan dikenakan.

Sanksinya adalah penjara paling singkat 1 bulan dan paling lama 4 tahun, dan/atau denda paling sedikit Rp 10 juta dan paling banyak Rp 400 juta.

 

Apa Saja yang Harus Dicantumkan dalam Kebijakan Cuti Berkabung?

Perusahaan harus memastikan bahwa kebijakan cuti berkabung menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

 

Apakah jumlah cuti memiliki standar, atau bisa bervariasi berdasarkan kedukaan? 

Beberapa perusahaan menawarkan jumlah cuti yang berbeda berdasarkan sifat kedukaannya. 

Karyawan mungkin hanya dapat satu hari cuti untuk menghadiri upacara pemakaman kakek-nenek, sementara mereka mungkin diberikan 3 hari kerja untuk memulihkan diri dari kematian anggota keluarga yang lebih dekat.

 

Berapa batas waktu istirahat total setelah cuti? 

Karyawan perlu mengetahui apakah mereka dapat menambah cuti duka dengan jenis cuti lainnya. 

Berapa lama mereka dapat memperpanjang cuti dengan cuti berbayar?

 

Apakah ada dokumentasi yang diperlukan?

Meskipun jarang, beberapa organisasi meminta program pemakaman atau dokumentasi lain untuk memverifikasi permintaan cuti berkabung.

 

Kelola cuti dan izin karyawan lebih efisien dengan aplikasi HR

Mengelola cuti karyawan menggunakan aplikasi lebih efisien dibandingkan cara manual dengan form kertas dan pencatatan di Excel.

HR Services berbasis cloud Abhitech memiliki fitur cuti online yang memungkinkan pengajuan dan persetujuan cuti melalui aplikasi yang cepat dan mudah.

Abhitech akan mencatat dan menyimpan data cuti karyawan real-time.

Abhitech juga otomatis memperhitungkan cuti yang diupah ke kalkulasi penggajian bulanan. Jadi, karyawan yang menikah dan mendapat izin, tidak akan mengalami pengurangan atau pemotongan di slip gaji.

Sekarang saatnya perusahaan anda. Apabila anda ingin mempunyai proses HR yang lebih efektif, tidak memakan waktu, dan membuat anda fokus eksekusi aktivitas utama bisnis anda, maka:

Konsultasi 45 menit dengan tim Abhitech

atau

Demo layanan Abi People gratis!

Related Posts