Banyak karyawan masih bingung tentang cara mengajukan cuti kerja yang benar. Memahami prosedur mengajukan cuti penting agar permohonan cuti disetujui tanpa mengganggu produktivitas tim dan operasional perusahaan tetap lancar.

Melalui artikel ini akan dibahas langkah-langkah dan etika dalam mengajukan cuti secara efektif. Simak penjelasannya!

Hak dan Jenis Cuti Karyawan

Sebelum mengajukan cuti, penting untuk memahami hak karyawan dan jenis cuti yang tersedia. Mengetahui kategori cuti membantu perencanaan agar proses pengajuan lebih mudah dan sesuai aturan perusahaan.

  1. Cuti Tahunan: Hak karyawan untuk beristirahat setiap tahun sesuai UU Ketenagakerjaan. Durasi biasanya minimal 12 hari kerja per tahun.
  2. Cuti Sakit: Untuk karyawan yang sakit atau memerlukan perawatan medis, biasanya dibuktikan dengan surat dokter.
  3. Cuti Melahirkan: Diberikan kepada karyawan wanita sebelum dan setelah melahirkan, sesuai ketentuan hukum.
  4. Cuti Besar/Khitan/Alasan Penting Lain: Sesuai kebijakan perusahaan dan UU, termasuk cuti menikah atau kematian anggota keluarga.
  5. Cuti Diluar Tanggungan Perusahaan: Bisa diajukan jika karyawan memerlukan waktu tambahan untuk urusan pribadi, biasanya tanpa dibayar.

Cara Mengajukan Cuti Kerja dengan Etika yang Baik

Cara-Mengajukan-Cuti-Kerja-dengan-Etika-yang-Baik

Setelah memahami hak dan jenis cuti yang tersedia, penting juga mengetahui cara mengajukan cuti dengan etika yang baik. Berikut penjelasannya.

  1. Kenali Waktu Pengajuan yang Tepat: Ajukan cuti di waktu yang tidak mengganggu operasional tim atau proyek penting.
  2. Beri Pemberitahuan Jangan Mendadak: Informasikan rencana cuti cukup jauh sebelum tanggal yang diinginkan agar perusahaan bisa menyesuaikan jadwal.
  3. Jelaskan Alasan Cuti dengan Jelas: Sampaikan tujuan cuti secara sopan, misal untuk liburan, urusan pribadi, atau sakit.
  4. Ikuti Prosedur yang Berlaku di Perusahaan: Gunakan formulir cuti atau sistem HRIS sesuai aturan yang berlaku.
  5. Pastikan Persetujuan Diperoleh: Konfirmasi bahwa cuti Anda telah disetujui sebelum meninggalkan pekerjaan.

5 Cara Mengajukan Cuti Kerja

Dengan mengikuti langkah-langkah yang tepat, permohonan cuti dapat disetujui lebih mudah, operasional tim tetap lancar, dan hak cuti Anda terjamin. Berikut caranya. 

1. Pahami Kebijakan Cuti Perusahaan

Sebelum mengajukan cuti, pastikan Anda memahami aturan perusahaan secara menyeluruh, termasuk jenis cuti yang tersedia, durasi, batas waktu pengajuan, dan prosedur persetujuan. Pengetahuan ini membantu meminimalkan kesalahan dan mempercepat proses persetujuan.

Temukan artikel menarik seputar People Management Abhitech!

2. Siapkan Formulir atau Aplikasi Cuti

Isi formulir atau sistem HRIS sesuai kebutuhan, cantumkan tanggal cuti, jenis cuti (tahunan, sakit, dsb.), dan alasan yang jelas. Lengkapi dokumen pendukung jika diperlukan, misalnya surat dokter untuk cuti sakit, agar permohonan lebih mudah diterima.

3. Ajukan Permohonan Secara Formal

Serahkan permohonan cuti kepada atasan langsung atau HR sesuai prosedur. Sampaikan informasi dengan jelas dan sopan, serta pastikan semua data akurat. Bila ada konflik jadwal dengan tim, komunikasikan alternatif agar operasional tetap lancar.

4. Tunggu Persetujuan dan Diskusi Jika Perlu

Setelah diajukan, permohonan cuti akan diproses oleh pihak berwenang. Terkadang perlu pembicaraan tambahan untuk menyesuaikan jadwal tim atau proyek penting. Bersikap fleksibel dan responsif meningkatkan kemungkinan disetujui.

5. Konfirmasi Persetujuan dan Catat di Kalender

Jika permohonan disetujui, pastikan mendapat konfirmasi resmi. Catat tanggal cuti pada kalender pribadi dan internal tim agar tidak terjadi kebingungan atau tumpang tindih jadwal.

Cara Mengajukan Cuti Kerja melalui Sistem HRIS

Cara-Mengajukan-Cuti-Kerja-melalui-Sistem-HRIS

Di era digital, pengajuan cuti kini bisa dilakukan lebih praktis melalui sistem HRIS. Berikut panduan langkah demi langkah agar permohonan cuti Anda tercatat dengan benar dan cepat disetujui.

  1. Akses HRIS: Masuk ke sistem HRIS yang digunakan oleh perusahaan. Ini biasanya dilakukan melalui akun pengguna dengan kata sandi yang diberikan oleh perusahaan.
  2. Pilih menu cuti atau izin: Di dalam HRIS, pilih menu khusus untuk mengajukan cuti atau izin.
  3. Isi informasi yang diminta: Isi informasi yang diminta dalam formulir atau aplikasi cuti, seperti tanggal cuti, jenis cuti, alasan, dan lain-lain.
  4. Ajukan permohonan cuti: Setelah mengisi informasi dengan benar, ajukan permohonan cuti dengan mengklik tombol “Ajukan” atau “Submit”.
  5. Tunggu persetujuan: HRIS akan mengirimkan permohonan cuti Anda kepada pihak yang berwenang untuk diproses dan diputuskan.
  6. Periksa status permohonan: Anda dapat memantau status permohonan cuti melalui HRIS, dan jika disetujui, Anda akan menerima konfirmasi resmi.

Contoh Surat Cuti Kerja

Mengajukan cuti kerja dengan cara yang tepat sangat penting untuk menjaga profesionalisme dan kelancaran operasional perusahaan.

Berikut ini contoh surat cuti kerja formal yang bisa dijadikan referensi bagi karyawan sebelum mengajukan permohonan.

Contoh-Surat-Cuti-Kerja

Kesalahan yang Sering Membuat Cuti Ditolak

Mengajukan cuti memang terlihat sederhana, tapi beberapa kesalahan bisa membuat permohonan ditolak dan mengganggu rencana istirahat Anda. Beberapa hal yang sering terjadi antara lain:

1. Tidak Memperhatikan Waktu Pengajuan Cuti

Mengajukan cuti di saat proyek penting atau tim sedang sibuk sering menyebabkan penolakan. Pastikan memilih waktu yang tepat agar tidak mengganggu operasional.

2. Pemberitahuan Terlalu Mendadak

Memberi tahu HR atau atasan di menit terakhir membuat perusahaan sulit menyesuaikan jadwal. Ajukan cuti dengan pemberitahuan yang cukup jauh sebelumnya.

3. Formulir atau Data Tidak Lengkap

Mengisi aplikasi cuti dengan informasi yang kurang jelas atau salah, seperti tanggal cuti atau jenis cuti, bisa membuat permohonan tertunda atau ditolak.

4. Tidak Mengikuti Prosedur Perusahaan

Setiap perusahaan memiliki aturan berbeda, baik manual maupun HRIS. Mengabaikan prosedur resmi bisa menghambat proses persetujuan cuti.

5. Kurangnya Komunikasi dengan Atasan atau HR

Tidak menyampaikan alasan cuti dengan jelas atau melewatkan konfirmasi persetujuan dapat membuat pengajuan cuti tertunda atau ditolak.

Tingkatkan Kinerja HR dengan Manajemen Data yang Efisien dan Bersertifikat

Pastikan Hak Cuti Tetap Terjamin dan Terpenuhi!

Pastikan Anda selalu mengikuti prosedur perusahaan saat mengajukan cuti agar proses berjalan lancar dan sesuai aturan.

Untuk pengelolaan SDM yang lebih profesional, percayakan layanan People Management Abhitech. Pelajari insight HR dan outsourcing di laman Blog dan hubungi tim kami untuk pilihan solusi yang tepat!

Frequently Asked Questions

1. Apa yang terjadi jika karyawan melanggar aturan cuti?

Karyawan yang mengajukan cuti tanpa prosedur atau izin resmi bisa dikenakan peringatan, catatan disiplin, penundaan persetujuan cuti berikutnya, atau sanksi lain sesuai kebijakan perusahaan.

2. Apa konsekuensi jika perusahaan tidak memenuhi hak cuti karyawan?

Jika perusahaan menolak cuti tanpa alasan sah atau melanggar hak cuti yang diatur UU Ketenagakerjaan, karyawan berhak melaporkan ke HR internal atau instansi terkait. Perusahaan bisa terkena sanksi administratif dan reputasi terganggu.

3. Bagaimana cara mencegah pelanggaran cuti dari kedua sisi?

Untuk mencegah masalah yang seharusnya bisa dihindarkan, karyawan wajib mengikuti prosedur cuti yang berlaku, memberi pemberitahuan tepat waktu, dan menunggu persetujuan resmi.

Selain itu, perusahaan harus memastikan hak cuti karyawan terpenuhi, disetujui sesuai aturan, dan dipatuhi untuk menjaga kepatuhan hukum dan hubungan kerja yang sehat.